Menu

cersex (8) desa (3) bozezz (2) proposal (1)

LANGKAH-LANGKAH PERTOLONGAN PERTAMA jawabarat

Kenakan APD terlebih dahulu
1.      PENILAIAN KEADAAN
Apakah keadaan sudah aman ?
Ketua tanyakan pada saksi:                                        
-          Perkenalkan nama saya………..kami dari kelompok palang merah remaja kualifikasi kami dalam bidang petolongan pertama
-          Ada kejadian apa ?
-          Apakah anda melihat langsung kejadiannya ?
-          Bagaimana mekanisme kejadiannya ?
-          Ada berapa korban ?
-          Siapkah anda menjadi saksi ?
-          Maaf nama anda siapa ?
-          Bolehkah kami meminta nomor telepon anda, barangkali kami membutuhkan informasi dari anda ?
-          Bolehkah kami menolong korban?
-          Terima kasih
-          AMANKAN KEADAAN…….

2.      PENILAIAN DINI
Ø  Ketua = Fiksasi kepala, kesan umum trauma
Ø  Assessment = Menentukan tingkat respon awas, suara, nyeri tekan dan tidak respon
*      Panggil nama (mas…mas…/ mba…mba…)
*      Tepuk bahu
*      Tepuk pipi
*      Cubit tangan
*      Tekan tulang dada
*      (korban tidak respon tolong hubungi ambulance)
Penolong 1 Ambil hp…tekan 118…hallo nama saya (….) kami dari kelompok palang merah, ada kecelakaan, jumlah korban 1 orang, korban tidak respon. Tolong segera kirim ambulance ke (sebutkan nama lokasi) terima kasih.
Ø  Membuka jalan nafas
*      Tekan dahi angkat dagu (TDAD), dekatkan telinga ke hidung, pipi merasakan nafas korban dan mata fokus ke dada. Interval 1,2,3,4,5. (nafas korban terasa dan gerak dada seirama)
*      Memeriksa nadi karotis, letakkan dua jari di tengah tenggorokan tarik kearah penolong. Interval 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10. (nadi karotis teraba)
Ø  Kontrol perdarahan
*      Kepala
*      Batang leher
*      Batang tubuh
*      Alat gerak bawah
*      Alat gerak atas
*      Bila tidak ada perdarahan bilang “tidak ada perdarahan hebat yang mengancam nyawa”
*      Bila ada perdarahan bilang “ada bercak darah, ekspos. tanyakan pada saksi apakah bentuk luka beraturan, apakah tepi luka terkelupas, (ambil kesimpulan) korban mengalami luka robek, tekan langsung pada pusat perdarahan, tolong ambilkan bantalan kasa. Letakkan bantalan kasa diatas titik luka, untuk membantu mengendalikan perdarahan, tanyakan pada juri: apakah perdarahan sudah berhasil dikendalikan  jika belum, bilang : bila bantalan pertama basah tambahkan bantalan kasa kedua tanpa melepas bantalan kasa yang pertama. Tolong segera tangani”
Bila sampai bantalan kasa yang kedua masih basah, langsung periksa fisik. Bila tidak ditemukan patah tulang tinggikan bagian yang luka. Lalu balut luka dengan pembalut gulung elastic. Tehnik membalut usahakann seperti angka 8.
*      Lakukan GSS (mas/mba, tolong gerakkan jari tangan/kaki anda, jari apa yang saya pegang, apakah disini terasa sakit). (lakukan pada tangan / kaki mas/mba tolong gerakkan jempol kanan anda, sekarang jempol kiri anda, apakah disini terasa sakit)
*      Balut dengan pembalut gulung elastis untuk mengendalikan perdarahan. Ingat sebelum melakukan pembalutan, periksa fisik terlebih dahulu, baru tinggikan.
*      Lakukan GSS.

3.      PEMERIKSAAN FISIK
Izinkan saya melakukan pemeriksaan fisik dengan melibatkan pendengaran, penglihatan dan perabaan
Ø  Kepala
*      Tengkorak atas, tengkorak bawah = tidak ada Perubahan bentuk, Luka terbuka, Nyeri tekan, Bengkak (PLNB).
*      Dahi, pelipis = tidak ada PLNB
*      Tulang hidung, tulang wajah = tidak ada PLNB
*      Rahang atas, rahang bawah = tidak ada PLNB
*      Mata kanan, mata kiri = pupil mata menyempit bila diberi sinar, (buka kedua bola mata) bentuk bola mata simetris dan tidak ada lebam di sekitar mata.
*      Hidung = tidak ada darah yang keluar dari hidung
*      Mulut = tidak ada benda asing dan tidak ada perdarahan di dalam mulut
*      Telinga kanan, telinga kiri = tidak ada cairan yang keluar dari dalam telinga
Selain PLNB juga boleh ambil kesimpulan dg bilang AMAN
Ø  Leher :
*      Tulang leher (pegang leher penolong dan korban) bandingkan leher penolong dengan leher korban, leher korban simetris, tidak ada PLNB.
*       Tenggorokan = tenggorokan korban simetris, tidak ada PLNB dan tidak ada pelebaran di pembuluh leher.

Ø  Batang tubuh
Izinkan saya membuka pakaian korban untuk memeriksa bagian dada dan perut
Minta izin ke pasien untuk dibuka pakaiannya (mas/mba bolehkah pakaiannya saya lepas) namun bila tidak di curigai adanya luka di dada/perut pakaian tidak usah di buka
*      Bahu, selangka = tidak ada PLNB
*      Tulang dada, tl rusuk = tidak ada PLNB
*      Kwadran kanan atas, kwadran kiri atas = tidak ada PLNB
*      Kwadran kanan bawah, kwadran kiri bawah = tidak ada PLNB
*      Tulang panggul (tekan goyan sedikit) = tidak ada suara krepitasi dan tidak terdapat PLNB
Ø  Alat gerak atas
*      Sendi bahu, lengan atas, siku, lengan bawah = tidak ada PLNB
*      Perpelangan, punggung, telapak, jari tangan = tidak ada PLNB
Ø  Alat gerak bawah
*      Tungkai atas, tempurung lutut, tungkai bawah = tidak ada PLNB
*      Pergelangan, punggung, telapak, jari-jari kaki = tidak ada PLNB
*      Bila tidak ada patah tulang bilang tidak ada PLNB
*      Bila ada bilang ada perubahan bentuk, ekspos,  tidak ada luka terbuka ada nyeri tekan bengkak. Korban dicurigai mengalami patah tulang, viksasi luka. Tolong ambilkan bidai dan mitela. Segera tangani.
Periksa kaki satunya, bila tidak ada patah tulang lebarkan kaki yang sehat, fiksasi manual, ukur bidai, periksa GSS, masukkan mitela, lakukan pembidaian, lakukan GSS kembali, kompres degan menggunakan es.

4.      PEMERKSAAN TANDA VITAL
Ø  Hitung frekuensi nadi (dipergelangan, lihat jam) : hitung nadi selama 15 detik hasilnya dikalikan 4, bilang nadi korban 60 / 80 kali per menit
Ø  Hitung frekuensi nafas (lihat dada, lihat jam) : hitung nafas selama 30 detik hasilnya dikalikan 2, bilang nafas korban 15 / 20 kali per menit
Ø  Suhu korban : hangat
Ø  Kondisi kulit (kulit korban pucat dan berkeringat)

5.      PEMERIKSAAN DORSAL (Observasi Tubuh Belakang)
Izinkan saya memeriksa dorsal observasi tubuh bagian belakang, miringkan pasien dalam hitungan 3
Tulang belikat, tulang punggung, tulang ekor = tidak ada PLNB
Pemerksaan dorsal selesai, baringkan pasien dalam hitungan 3.
Tolong ambilkan tandu
Pasien ditaroh ditandu lalu diberi selimut

6.      PEMERIKSAAN BERKALA
Ø  Periksa respon
Ø  Hitung frekuensi nadi
Ø  Hitung frekuensi nafas
Ø  Suhu korban (normal)
Ø  Kondisi kulit (kulit korban pucat dan berkeringat)
Ø  Periksa pembalutan (pembalutan masih layak digunakan)
Ø  Periksa pembidaian (bidai masih kuat dan masih layak digunakan)

7.      PELAPORAN
Ketua = Maaf mas/mba ini kartu luka korban dan penanganan – penanganan yang telah kami lakukan. Mohon diterima.

Catatan :
-          Draf diatas untuk juri pasif, bila sistemnya juri aktif maka didepan kesimpulan kita kasih kata “apakah”.
Contoh :
Pasif : tungkai atas, tempurung lutut, tungkai bawah, tidak ada PLNB
Aktif : tungkai atas, tempurung lutut, tungkai bawah, apakah ada PLNB
-          Bila posisi pasien miring / telungkup maka urutannya adalah penilaian keadaan, dorsal, penilaian dini, kontrol perdarahan, pemeriksaan fisik, pemeriksaan tanda vital, pelaporan.
-          Mengukur bidai lakukan di bagian tangan / kaki yang sehat, lebarkan bagian yang sehat untuk memberi ruang dalam penanganan.

-          Jangan lupa kenakan alat perlindungan diri (APD)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

antara aku dan bubu part 4

 Bangun pagi, Bubu udah ga ada dikamar. Ternyata dia lagi berenang dibawah dan kebetulan kolam renang kosong. Gw gosok gigi terus cek-cek pe...