Menu

cersex (8) desa (3) bozezz (2) proposal (1)
Tampilkan postingan dengan label desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label desa. Tampilkan semua postingan

langkah awal ketika ingin membuat desa wisata

 




     Melalui media sosial maupun online para pelaku usaha maupun warga di desa Tebel ini diharapkan bisa lebih mudah untuk memasarkan produk serta Bendo Macrame agar masyarakat lain atau konsumen dapat mengetahui secara lebih detail.

 kepada warga

2.       
Menyiapkan perlengkapan dan alat bantu yang dibutuhkan

3.        Menyiapkan materi untuk penyuluhan

4.     
Melaksanakan penyuluhan mengenai Promosi UMKM melalui Media Sosial

 

1.         Membagi tim ke beberapa kelompok

2.        
Melakukan survey ke rumah-rumah warga yang memiliki usaha

3.         Mendata usaha warga yang akan di publikasikan di media sosial dan website

1.       
Menentukan media sosial yang akan digunakan sebagai sarana promosi

2.        Membuat media sosial yang sudah ditentukan yaitu Instagram

3.       
Mengumpulkan data produk UMKM yang akan dipromosikan

1.    
Menyebarkan undangan pelatihan kepada warga

2.     Menyiapkan perlengkapan dan alat bantu yang dibutuhkan

3.     Menyiapkan materi untuk pelatihan

4.     Melaksanakan pelatihan dan praktek pembuatan media sosial dan praktek




 

 

Mengetahui produk apa saja yang dihasilkan di desa ini. Masyarakat maupun warga pelaku usaha  juga bisa mendapatkan ide ataupun inspirasi desain dan produk lainnya dengan menggunakan media sosial ini.

Dengan dilakukan penyuluhan atau sosialisasi terlebih dahulu mengenai pemasaran produk lokal melalui media sosial, diharapkan warga ataupun masyarakat dapat mengerti akan pentingnya pemasaran


offline dan online. Pendataan dilakukan guna mengetahui berapa banyak usaha yang ada di desa Tebel sehingga dari data yang didapatkan informasi mengenai usaha tersebut akan dimasukkan ke media sosial. Setelah mendapatkan data serta informasi dari pemilik usaha, maka dibuatlah media sosial agar para pemilik usaha dapat mengembangkan usahanya dan mengenalkan usahanya melalui media sosial maupun media online.

 

Berikut adalah tampilan media sosial dari UMKM desa Tebel yang telah dibuat:

 

1)       Media Sosial



 



Media sosial yang dipilih untuk mempromosikan UMKM adalah Media Instagram.Karena media sosial ini dirasa paling mampu untuk mempromosikan suatu usaha dengan cepat, efektif, dan murah.Tampilan profil media sosial Instagram yang dipakai adalah@wisata_tapak_kali_bendoSetelah dibuat media sosial Instagram, maka diadakanpelatihan serta praktek menggunakan media sosial tersebut guna para pengusaha bisa mengetahui cara mempromosikan dan mempublikasikan usaha mereka melalui media tersebut.


2)       Pokdarwis

Tabel 1.

DAFTAR HARGA BAHAN DAN PERALATAN MURAL

 

NO.

BAHAN BAKU

HARGA

TOTAL

1.

Cat Avian 1000cc

Rp. 80.000.-

Rp. 800.000,-

2.

Cat Avian 200cc

Rp. 24.000.-

Rp. 24.000,-

3.

Cat Avian 500cc

Rp. 35.000.-

Rp. 140.000,-

4.

Kuas

Rp. 7.500.-

Rp. 75.000,-



 

Spot foto mural ditemukan saat berkunjung ke Desa Tebel yang terletak di kecamatan Gedangan, kabupaten Sidoarjo. Karena jumlah warga yang terhitung sedikit, Desa Tebel pun tidak begitu dikenali. Namun berkat kreativitas warga serta adanyaKKN Tematik 2020 Universitas Bhayangkara Surabaya, Desa Tebel dapat berubah menjadi destinasi wisata yang lebih menarik.

 

Tabel 2.

DAFTAR HARGA BAHAN DAN PERALATAN PLAKAT

 

NO.

BAHAN BAKU

HARGA

TOTAL

1.

Kawat

Rp. 4.500.-

Rp.      4.500,-

2.

Kayu

Rp. 35.000.-

Rp. 350.000,-

3.

Paku

Rp. 7.500.-

Rp.      7.500,-

4.

Papan kayu

Rp. 35.000.-

Rp. 350.000,-

5.

Semen

Rp . 2.500.-

Rp.     2.500,-

 



 

Melihat masih banyak lahan kosong yang belum dimanfaatkan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Bhayangkara Surabaya bersama warga desa , tokoh masyarakat dan perangkat desa Tebel melakukan upaya penghijauan dengan cara menanam pohon di di area-area lahan kosong guna mendukung desa wisata.Membuat plakat pada tiap sudut jalan dapat dijadikan spot foto yang unik layaknya Malioboro.



 

Selain Bendo Macrame, warga juga memiliki hal-hal kreatif lain dalam bentuk eco green. Dapat dijadikan daya tarik tersendiri untuk para wisatawan. Berbagai macam kegiatan yang sudah dilakukan oleh kampung Literasi Bendo Macrame ini, di antaranya yakni Bidang Literasi yang sudah mempunyai 9 tempat Mini libraries, Bendo Macrame yakni teknis pembuatan rajut dari tali dan lainya, Budidaya ikan Lele, TPQ dan Budidaya tanaman Aloe Vera dari penanaman bibit, produksi nimuman, packaging dan cara pemasarannya.Semuanya kegiatan-kegiatan tersebut di harapkan membawa dampak positif terhadap warga desa Tebel dan lebih-lebih bisa membari aura positif terhadap masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya.

 





 



Setelah dilakukan sosialisasi terhadap masyarakat tentang desa wisata menuju desa mandiri dengan media sosialdiketahui bahwa 90% masyarakat menyatakan paham dan 10% tidak paham. Hal ini menunjukkan bahwa apa yang disampaikan peserta kuliah kerja nyata dapat memberikan pemahaman baru mengenai desa wisata menuju desa mandiri dengan menggunakan media social guna meningkatkan perekonomian masyarakat.


Kegiatan pengabdian masyarakat tentang pengembangan desa wisata menuju desa mandiri di Desa Tebel bertujuan untuk memberi inovasi dalampengembangan ekonomi kreatif. Saat ini perkembangan teknologi yang semakin maju, sehingga warga dan wisatawan menuntut informasi yang lebih lengkap tentang Desa Tebel . Aktivitas kegiatan UMKM dapat menunjang kegiatan desa wisata selain mampu menambah perekonomian warga. Semua usaha harus memiliki strategi pemasaran agar dapat mengenalkan produk dan mempertahankan usahanya di pasar, salah satunya adalah media online. Selain dengan biaya yang cukup murah pemasaran online melalui media sosial juga memiliki jaringan yang luas dan tidak terbatas.Kehadiran sosial media merupakan perwujudan dari majunya teknologi pada saat ini. Menjadi peluang yang sangat bagus apabila dapat dimanfaatkan dengan optimal, seperti mempromosikan Kampung Bendo Macrame di Desa Tebel ini. Pemanfaatan media sosial merupakan cara dalam pengembangan wisata desa Kampung Bendo Macrame dan pengenalan produk-produk UMKM di desa tersebut menuju desa yang mandiri.


PENGEMBANGAN DESA WISATA MENJADI DESA MANDIRI MELALUI MEDIA SOSIAL

 

Desa wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. Desa wisata menyajikan tema-tema unggulan yang ditawarkan kepada para wisatawan. Desa Tebel Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu desa yang menawarkan  diri sebagai desa wisata. Salah satu tema yang ada adalah desa wisata Kampung Literasi Bendo Macrame. Kampung Literasi Bendo Macrame menyajikan berbagai edukasi terhadap masyarakat sekitar dan pengunjung. Pengembangan Kampung Literasi Bendo Macramé dilakukan dengan pemberdayaan UMKM dan pemanfaatan media sosialsebagai pemasarannya. Keberadaan UMKM dalam desa wisata Kampung Literasi Bendo Macrame diharapkan mampu menambah lapangan pekerjaan guna meningkatkan pendapatan masyarakat, sedangkan penggunaan media sosial akan mempercepat pengenalan desa wisata Kampung Literasi Bendo Macramé. Adanya Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik diharapkan mampu membantu masyarakat desa Tebel lebih produktif, inovatif dan kreatif dalam pengelolaan desa wisata Kampung Literasi Bendo macramé. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan pemberdayaan UMKM dan penggunaan media sosial akan mempercepat desa Tebel menuju desa yang mandiri.

Desa wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku (Wiendu:1993).Desa Wisata merupakan suatu kawasan pedesaan yang menawarkan keseluruhan dari suasana yang mencerminkan keaslian dari pedesaaan itu sendiri mulai dari sosial budaya, adat istiadat, keseharian, memiliki arsitektur bangunan dan struktur tata ruang desa yang khas dan dari kehidupan sosial ekonomi atau kegiatan perekonomian yang unik dan menarik serta mempunyai potensi untuk dikembangkanya berbagai komponen kepariwisataan, misalnya atraksi, akomodasi, makanan- minuman, cinderamata, dan kebutuhan wisata lainnya (soetarsso dan mulyadin;2013).

Pengembangan pariwisata pedesaan didorong oleh tiga faktor. Pertama, wilayah pedesaan memiliki potensi alam dan budaya yang relatif lebih otentik daripada wilayah perkotaan, masyarakat pedesaan masih menjalankan tradisi dan ritual-ritual budaya dan topografi yang cukup serasi. Kedua, wilayah pedesaan memiliki lingkungan fisik yang relatif masih asli atau belum banyak tercemar oleh ragam jenis


polusi dibandingankan dengan kawasan perkotaan. Ketiga, dalam tingkat tertentu daerah pedesaan menghadapi perkembangan ekonomi yang relatif lambat, sehingga pemanfaatan potensi ekonomi, sosial dan budaya masyarakat lokal secara optimal merupakan alasan rasional dalampengembangan pariwisata pedesaan.

UMKM adalah unit usaha produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha di semua sektor ekonomi. Pada prinsipnya, perbedaan antara Usaha Mikro (UMI), Usaha Kecil (UK), Usaha Menengah (UM), dan Usaha Besar (UB) umumnya didasarkan pada nilai aset awal (tidak termasuk tanah dan bangunan), omset rata-rata per tahun, atau jumlah pekerja tetap. Namun definisi UMKM berdasarkan tiga alat ukur ini berbeda menurut negara. Karena itu, memang sulit membandingkan pentingnya atau peran UMKM antar negara.

Media sosial merupakan sarana yang paling diminati oleh pengelola tempat wisata maupun UMKM dalam mengembangan bisnisnya. Media sosial mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat, hal ini disebabkan kecepatan menerima informasi lewat internet. Dengan akses yang mudah dan cepat ini, maka media sosial dimanfaatkan oleh para pengusaha untuk lebih berani mempromosikan produk produknya. Pemanfaatan media sosial dan jaringan internet yang sangat luas dengan tidak adanya batasan waktu dan wilayah diharapkan menjadi mediapemasaran yang efektif untuk mempromosikan produk usahanya.

Media sosial merupakan salah satu media yang mempermudah komunikasi interaktif antarapengusaha dengan siapapun, termasuk konsumen, penyalur, pemasok dan berbagai pihak yang berkepentingan; kapanpun dan dimanapun berada. Sosial media sangat membantu sebagai media penghubung informasi dan komunikasi dari produsen ke konsumen di manapun mereka berada dan berapapun jaraknya.Media sosial merupakan media yang sangat potensial untuk menemukan konsumen serta membangun image tentang merek suatu produk (Swasta Priambada, 2015).

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata adalah suatu bentuk pendidikan bagi mahasiswa secaraintrakurikuler  dan interdisipliner yang memadukan pelaksanaan Tri Darma dengan metode pemberian pengalaman belajar dan bekerja kepada mahasiswa dalam kegiatan pemberdayaan masyarakatmelalui pengalaman empiris untuk hidup ditengah-tengah masyarakat luar kampus. Kuliah kerja nyata secara langsung akan menunjukan keterkaitan langsung antara dunia pendidikan dan upaya perwujudan kesejahteraan masyarakat.

Dalam merealisasikan dan mencapai tujuan tersebut diatas, maka kegiatan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 10 Universitas Bhayangkara Surabaya mengambil lokasidi Desa Tebel, Gedangan, Sidoarjo. Sumber daya manusia dan kondisi lingkungan desa Tebel yang mendukung menjadikan kegiatan pengembangan desa wisata Kampung Bendo Macrame melalui pemberdayaan UMKM dan pembentukan kelompok sadar wisata serta pemanfaatan media sosial dapat terlaksana dengan baik.

Dalampengembangan desa wisata kampung Bendo Macrame di desa Tebel kecamatan Gedangan kabupaten Sidoarjo, makaditambahkan beberapa spot foto mural, plakat jalan, penghijauan, tempat cuci tangan. Hal ini dilakukanagar para wisatawan merasa nyaman ketika datang berwisata. Pemberdayaan warga melalui UMKM diharapkan para pelaku UMKM dapat menjual produknya atau menjadi buah tangan oleh wisatawan.



jadikan lah desa sebagai subject nisya indonesia tidak maju "sudut pandang sisi pangan"



Menurut Sartono Kartodirjo dalam Hari Poerwanto (2000: 197), mengemukakan bahwa sebagian besar masyarakat desa di Indonesia diliputi oleh sindrom kemiskinan dan sindrom enersia. Sindrom kemiskinan memiliki dimensi yang amat komplek dan satu dengan yang lainnya saling berkaitan, misalnya dalam bentuk tingkat produktivitas yang rendah, pengangguran, kurang gizi dan derajat kesehatan yang buruk, tingkat morbiditas dan buta huruf yang tinggi. Sementara


itu sindrom enersia terwujud pada sikap fatalisme, passivisme, rasa saling ketergantungan yang tinggi, kehidupan serba mistik dan sebagainya. Jika dikaji lebih lanjut, kedua jenis sindrom tadi diakibatkan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, antara lain ketimpangan pemilikan dan distribusi tanah, pelapisan sosial yang rancu, kurangnya pemanfaatan sumber daya dan sebagainya.

Salah satu upaya untuk mengatasi masalah kerawanan pangan dan kemiskinan di pedesaan adalah melalui Program Desa Mandiri Pangan. Desa Mandiri Pangan adalah desa yang masyarakatnya mempunyai kemampuan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi sehingga dapat menjalani hidup sehat dan produktif dari hari kehari, melalui pengembangan sistem ketahanan pangan yang meliputi subsistem ketersediaan, subsistem distribusi, dan subsistem konsumsi dengan memanfaatkan sumberdaya setempat secara berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui proses pemberdayaan masyarakat untuk mengenali potensi dan kemampuannya, mencari alternatif peluang dan pemecahan masalah serta mampu mengambil keputusan untuk memanfaatkan sumberdaya alam secara efisien dan berkelanjutan sehingga tercapai kemandirian.

Program Desa Mandiri Pangan dilaksanakan selama 4 (empat) tahap berturut-turut. Melalui 4 tahapan pelaksanaan yakni tahap persiapan, penumbuhan, pengembangan, dan kemandirian. Tiap tahapan memuat berbagai macam kegiatan dengan waktu pelaksanaan tiap tahapan adalah selama satu tahun. Kegiatan difokuskan di daerah rawan pangan dengan mengimplementasikan


berbagai model pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang telah ada di tingkat desa dengan melibatkan seluruh Literasi informasi masyarakat. Pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan menempatkan tenaga pendamping di setiap desa pelaksana selama empat tahun berturut-turut mulai dari tahap persiapan, penumbuhan, pengembangan dan kemandirian.

Permasalahan dan tantangan dalam pembangunan ketahanan pangan secara umum menyangkut pertambahan penduduk, semakin terbatasnya sumber daya alam, beralihfungsinya lahan pertanian, masih terbatasnya prasarana dan sarana usaha di bidang pangan, semakin ketatnya persaingan pasar dengan produk impor, dan besarnya proporsi penduduk miskin.

Penduduk miskin yang rawan pangan serta rentan terhadap masalah kerawananan pangan masih cukup tinggi. Penyebab utama kerawanan pangan dan kemiskinan adalah rendahnya pendapatan masyarakat miskin yang mengakibatkan daya beli masyarakat berkurang. Keterbatasan kemampuan masyarakat dalam mengakses pangan; serta keterbatasan aset dan akses terhadap sumber daya untuk mengembangkan usaha mikro.

Kerawanan pangan terjadi manakala rumah tangga, masyarakat atau daerah tertentu mengalami ketidakcukupan pangan untuk memenuhi standar kebutuhan fisiologis bagi pertumbuhan dan kesehatan para individu anggotanya. Kerawanan pangan dibedakan atas kerawanan kronis, yaitu yang terjadi terus menerus karena ketidakmampuan membeli atau memproduksi pangan sendiri, dan kerawanan


sementara yang terjadi karena kondisi tak terduga seperti bencana alam atau bencana lainnya. Kerawanan pangan, apabila terjadi terus menerus, akan berdampak pada penurunan status gizi dan kesehatan. (Pedum MAPAN 2012).

Kemiskinan adalah situasi serba kekurangan yang terjadi bukan karena dikehendaki si miskin, melainkan karena tidak dapat tidak dapat dihindari oleh kekuatan yang ada padanya. Inti daripada devenisi ini adalah situasi serba kekurangan yang tidak dapat dihindari oleh si miskin. (Mubyarto, dalam Safi’i (2011: 24).

Penduduk miskin ini memiliki resiko tinggi dan rentan mengalami kerawanan pangan. Apabila program-program pemantapan ketahanan pangan kurang memperhatikan kelompok ini maka akan berdampak meningkatkan kemiskinan/kerawanan pangan dan status gizi yang rendah. Kerawanan pangan terjadi manakala rumah tangga, masyarakat atau daerah tertentu mengalami ketidakcukupan pangan untuk memenuhi standar kebutuhan fisiologis bagi pertumbuhan dan kesehatan para individu anggotanya. Kerawanan pangan dibedakan atas kerawanan kronis, yaitu yang terjadi terus menerus karena ketidakmampuan membeli atau memproduksi pangan sendiri. Selain itu, kerawanan sementara yang terjadi karena kondisi tak terduga seperti bencana alam atau bencana lainnya. Kerawanan pangan, apabila terjadi terus menerus, akan berdampak pada penurunan status gizi dan kesehatan.

Perwujudan ketahanan pangan nasional dimulai dari pemenuhan pangan di wilayah terkecil yaitu pedesaan sebagai basis kegiatan pertanian. Basis pembangunan perdesaan


bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan dalam suatu wilayah yang mempunyai keterpaduan sarana dan prasarana dari aspek ketersediaan, distribusi dan konsumsi pangan untuk mencukupi dan mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga. Disamping itu membangun daerah pedesaan sangat penting terutama dalam hal penyediaan bahan pangan untuk penduduk, penyedia tenaga kerja untuk pembangunan, penyedia bahan baku untuk industri, dan penghasil komoditi untuk bahan pangan dan ekspor. Karena itu, desa merupakan salah satu entry point untuk masuknya berbagai program yang mendukung terwujudnya ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, yang secara kumulatif akan mendukung terwujudnya ketahanan pangan di tingkat kabupaten/kota, propinsi, dan nasional.

Berdasarkan uraian diatas maka masalah yang diangkat akan dirumuskan dalam bentuk pertanyaan penelitian, yaitu: Sejauhmana Literasi informasi masyarakat pada program desa mandiri pangan di Desa Mekarlaksana Kec. Cikancung Kabupaten Bandung?

Berdasarkan kepada rumusan masalah maka tujuan penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Literasi informasi masyarakat pada tahap pengambilan      keputusan/       perencanaan, pelaksanaan program, pengambilan manfaat, dan evaluasi dalam program desa mandiri pangan di Desa Mekarlaksana Kec. Cikancung Kabupaten Bandung.


antara aku dan bubu part 4

 Bangun pagi, Bubu udah ga ada dikamar. Ternyata dia lagi berenang dibawah dan kebetulan kolam renang kosong. Gw gosok gigi terus cek-cek pe...