Desa wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas
pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu
dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. Desa wisata menyajikan tema-tema
unggulan yang ditawarkan kepada para wisatawan. Desa Tebel Kecamatan Gedangan
Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu desa yang menawarkan diri sebagai desa wisata. Salah satu tema
yang ada adalah desa wisata Kampung Literasi Bendo Macrame. Kampung Literasi
Bendo Macrame menyajikan berbagai edukasi terhadap masyarakat sekitar dan
pengunjung. Pengembangan Kampung Literasi Bendo Macramé dilakukan dengan
pemberdayaan UMKM dan pemanfaatan media sosialsebagai pemasarannya. Keberadaan
UMKM dalam desa wisata Kampung Literasi Bendo Macrame diharapkan mampu menambah
lapangan pekerjaan guna meningkatkan pendapatan masyarakat, sedangkan
penggunaan media sosial akan mempercepat pengenalan desa wisata Kampung
Literasi Bendo Macramé. Adanya Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik diharapkan
mampu membantu masyarakat desa Tebel lebih produktif, inovatif dan kreatif
dalam pengelolaan desa wisata Kampung Literasi Bendo macramé. Kegiatan
penyuluhan dan pelatihan pemberdayaan UMKM dan penggunaan media sosial akan
mempercepat desa Tebel menuju desa yang mandiri.
Desa wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku (Wiendu:1993).Desa Wisata merupakan suatu kawasan pedesaan yang menawarkan keseluruhan dari suasana yang mencerminkan keaslian dari pedesaaan itu sendiri mulai dari sosial budaya, adat istiadat, keseharian, memiliki arsitektur bangunan dan struktur tata ruang desa yang khas dan dari kehidupan sosial ekonomi atau kegiatan perekonomian yang unik dan menarik serta mempunyai potensi untuk dikembangkanya berbagai komponen kepariwisataan, misalnya atraksi, akomodasi, makanan- minuman, cinderamata, dan kebutuhan wisata lainnya (soetarsso dan mulyadin;2013).
Pengembangan pariwisata pedesaan didorong oleh tiga faktor. Pertama, wilayah pedesaan memiliki potensi alam dan budaya yang relatif lebih otentik daripada wilayah perkotaan, masyarakat pedesaan masih menjalankan tradisi dan ritual-ritual budaya dan topografi yang cukup serasi. Kedua, wilayah pedesaan memiliki lingkungan fisik yang relatif masih asli atau belum banyak tercemar oleh ragam jenis
polusi dibandingankan dengan kawasan perkotaan. Ketiga, dalam tingkat tertentu daerah pedesaan menghadapi perkembangan ekonomi yang relatif lambat, sehingga pemanfaatan potensi ekonomi, sosial dan budaya masyarakat lokal secara optimal merupakan alasan rasional dalampengembangan pariwisata pedesaan.
UMKM adalah unit usaha produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha di semua sektor ekonomi. Pada prinsipnya, perbedaan antara Usaha Mikro (UMI), Usaha Kecil (UK), Usaha Menengah (UM), dan Usaha Besar (UB) umumnya didasarkan pada nilai aset awal (tidak termasuk tanah dan bangunan), omset rata-rata per tahun, atau jumlah pekerja tetap. Namun definisi UMKM berdasarkan tiga alat ukur ini berbeda menurut negara. Karena itu, memang sulit membandingkan pentingnya atau peran UMKM antar negara.
Media sosial merupakan sarana yang paling diminati oleh pengelola tempat wisata maupun UMKM dalam mengembangan bisnisnya. Media sosial mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat, hal ini disebabkan kecepatan menerima informasi lewat internet. Dengan akses yang mudah dan cepat ini, maka media sosial dimanfaatkan oleh para pengusaha untuk lebih berani mempromosikan produk produknya. Pemanfaatan media sosial dan jaringan internet yang sangat luas dengan tidak adanya batasan waktu dan wilayah diharapkan menjadi mediapemasaran yang efektif untuk mempromosikan produk usahanya.
Media sosial merupakan salah satu media yang mempermudah komunikasi interaktif antarapengusaha dengan siapapun, termasuk konsumen, penyalur, pemasok dan berbagai pihak yang berkepentingan; kapanpun dan dimanapun berada. Sosial media sangat membantu sebagai media penghubung informasi dan komunikasi dari produsen ke konsumen di manapun mereka berada dan berapapun jaraknya.Media sosial merupakan media yang sangat potensial untuk menemukan konsumen serta membangun image tentang merek suatu produk (Swasta Priambada, 2015).
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata adalah suatu bentuk pendidikan bagi mahasiswa secaraintrakurikuler dan interdisipliner yang memadukan pelaksanaan Tri Darma dengan metode pemberian pengalaman belajar dan bekerja kepada mahasiswa dalam kegiatan pemberdayaan masyarakatmelalui pengalaman empiris untuk hidup ditengah-tengah masyarakat luar kampus. Kuliah kerja nyata secara langsung akan menunjukan keterkaitan langsung antara dunia pendidikan dan upaya perwujudan kesejahteraan masyarakat.
Dalam merealisasikan dan mencapai tujuan tersebut diatas, maka kegiatan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 10 Universitas Bhayangkara Surabaya mengambil lokasidi Desa Tebel, Gedangan, Sidoarjo. Sumber daya manusia dan kondisi lingkungan desa Tebel yang mendukung menjadikan kegiatan pengembangan desa wisata Kampung Bendo Macrame melalui pemberdayaan UMKM dan pembentukan kelompok sadar wisata serta pemanfaatan media sosial dapat terlaksana dengan baik.
Dalampengembangan desa wisata kampung Bendo Macrame di desa Tebel kecamatan Gedangan kabupaten Sidoarjo, makaditambahkan beberapa spot foto mural, plakat jalan, penghijauan, tempat cuci tangan. Hal ini dilakukanagar para wisatawan merasa nyaman ketika datang berwisata. Pemberdayaan warga melalui UMKM diharapkan para pelaku UMKM dapat menjual produknya atau menjadi buah tangan oleh wisatawan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar