Pengertian Pertolongan Pertama
Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera / kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar
Medis Dasar
Tindakan perawatan berdasarkan ilmu kedokteran yang dapat dimiliki oleh awam atau awam yang terlatih secara khusus. Batasannya adalah sesuai dengan sertifikat yang dimiliki oleh Pelaku Pertolongan Pertama
Penolong Pertama
Penolong yang pertama kali tiba di tempat kejadian, yang memiliki kemampuan dan terlatih dalam penanganan medis dasar.
Tujuan Pertolongan Pertama
1. Menyelamatkan jiwa penderita 2. Mencegah cacat 3. Memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan
Dasar Hukum
Memberikan pertolongan :
Pasal 531 K U H P
Barang Siapa Menyaksikan Sendiri ada orang dalam keadaan bahaya maut, lalai memberikan atau mengadakan pertolongan kepadanya sipenderita sedang pertolongan itu dapat diberikannya atau diadakannya dengan tidak akan menguatirkan, bahwa ia sendiri atau orang lain akan kena bahaya dihukum kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4.500,- Jika orang yang perlu ditolong itu mati diancam dengan sangsi
KUHP 45, 165, 187, 304 s, 478, 525, 566 Kerahasiaan :
Pasal 322 K U H P
1. Barang siapa dengan sengaja membuka suatu rahasia yang wajib menyimpannya oleh karena jabatan aau pekerjaannya baik yang sekarang maupun yang dahulu dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya 9 bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 9.000,-
2.
Jika kejahatan itu dilakukan yang tertentu, maka perbuatan itu hanya dapat dituntut atas pengaduan orang lain
Persetujuan Tindakan Pertolongan
Ada dua bentuk persetujuan atau ijin bagi penolong untuk melakukan tindakan : a. Persetujuan yang dianggap diberikan atau tersirat (
Implied Consent
) Adalah persetujuan yang umum diberikan dalam keadaan penderita sadar atau normal b. Persetujuan yang dinyatakan (
Expressed Consent
) Adalah persetujuan yang dinyatakan secara lisan atau secara tertulis oleh penderita itu sendiri
Kewajiban Penolong Pertama
Menjaga keselamatan diri, anggota tim, penderita dan orang di sekitarnya
Menjangkau penderita
Mengenali dan mengatasi masalah yang mengancam nyawa
Meminta bantuan / rujukan
Memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat sesuai keadaan penderita
Membantu penolong yang lain
Menjaga kerahasiaan medis penderita
Melakukan komunikasi dengan petugas lain yang terlibat
Mempersiapkan penderita untuk ditransportasi / dirujuk ke fasilitas kesehatan
Kualifikasi Penolong Pertama
a. Jujur dan bertanggungjawab b. Profesional c. Mempunyai kematangan emosi d. Mampu bersosialisasi e. Kemampuan nyata terukur sesuai sertifikasi f. Mempunyai kondisi fisik baik g. Mempunyai rasa bangga
Peralatan Dasar Pelaku Pertolongan Pertama a. Alat Perlindungan Diri (APD)
Prinsip utama dalam menghadapi darah, cairan tubuh dari penderita adalah : “Darah dan
semua cairan tubuh sebagai media penularan penyakit”, untuk itu diperlukan alat
perlindungan diri. Contoh : - Sarung tangan lateks - Kacamata pelindung - Masker Penolong
Peralatan Pertolongan Pertama :
1. Kasa Steril 2. Pembalut gulung / perban 3. Alkohol 70% 4. Pembalut perekat / plaster 5. Bidai 6. Gunting pembalut 7. Pinset 8. Senter 9. Kapas 10. Selimut
6.Sistem pencernaan (digestif)
BAB II ANATOMI & FISIOLOGI
Pengertian
Anatomi ialah Ilmu yang mempelajari susunan dan bentuk tubuh. Fisiologi ialah ilmu yang mempelajari Faal (fungsi) bagian dari alat atau jaringan tubuh.
Posisi Anatomis
Adalah posisi dimana tubuh kita berdiri tegak, kedua lengan di samping tubuh, telapak tangan menghadap ke depan. Berdasarkan posisi anatomis ini dikenal ada tiga bidang khayal yang membagi tubuh menjadi dua bagian, yaitu : 1.
Bidang Medial
Bidang khayal yang membagi tubuh menjadi 2 : kiri dan kanan 2.
Bidang Frontal
Bidang khayal yang membagi tubuh menjadi depan (anterior) dan belakang (posterior) 3.
Bidang Transversal
Bidang khayal yang membagi tubuh menjadi dua : atas (superior) dan bawah (inferior)
Note : Gambar Posisi anatomis dan posisi 3 bidang khayal Bagian Tubuh
Tubuh manusia dikelilingi oleh kulit dan diperkuat oleh rangka. Secara garis besar tubuh manusia terdiri :
1. Kepala
terdiri dari : Tengkorak, wajah dan rahang bawah
2. Leher 3. Batang Tubuh
Terdiri dari : Dada, Perut, Punggung dan panggul
4. Anggota Gerak Atas
Terdiri dari:
Sendi bahu
Lengan atas
Siku
Lengan bawah
Pergelangan tangan
Tangan
5. Anggota Gerak Bawah
Terdiri dari :
Sendi panggul
Tungkai atas ( paha )
Lutut
Tungkai bawah
Pergelangan kaki
Kaki
Rongga
Selain pembagian tubuh maka juga perlu dikenali 5 buah rongga yang terdapat dalam tubuh yaitu :
1. Rongga Tengkorak
Rongga ini berisi otak dan melindunginya.
2. Rongga Tulang Belakang
Berisi bumbung syaraf atau “spinal cord” terbentuk dari rongga
-rongga tulang belakang menyatu membentuk suatu kolom.
3. Rongga Dada
Sering juga disebut rongga toraks. Dilindungi oleh tulang-tulang rusuk, berisi jantung, paru-paru, pembuluh darah besar, kerongkongan dan saluran pernapasan.
4. Rongga Perut
Rongga ini terletak diantara rongga dada dan rongga panggul. Dalam dunia medis dikenal dengan istilah abdomen. Di dalam rongga ini terdapat berbagai organ pencernaan dan kelenjar seperti lambung, usus, limpa, hati, empedu, pancreas dan lainnya.
5. Rongga Panggul
Rongga ini dibentuk oleh tulang
–
tulang panggul, berisi kandung kemih, sebagian usus besar dan organ reproduksi dalam.
Sistem Tubuh
Sistem tubuh adalah susunan dari organ-organ yang mempunyai fungsi tertentu.
Ada beberapa sistem pada tubuh manusia : 1. Sistem rangka (kerangka/skeleton)
Fungsi rangka: o Menopang bagian tubuh o Melindungi organ tubuh o Tempat melekat otot dan pergerakan tubuh o Memberi bentuk tubuh
2. Sistem Otot (Muskularis)
Merupakan suatu organ atau alat yang berfungsi menggerakkan tubuh
3. Sistem pernapasan (respirasi)
Ada dua sistem pernapasan: a. pernapasan dalam Adalah pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida yang terjadi dalam jaringan b. pernapasan Luar Adalah pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida didalam paru - paru
4. Sistem peredaran darah
Peredaran darah terdiri :
- Peredaran darah Kecil :
Jantung
Paru-paru ( terjadi pengambilan oksigen dan pembuangan gas karbon dioksida )
Jantung -
Peredaran darah Besar :
Jantung
pembuluh nadi
semua bagian tubuh ( terjadi pemberian oksigen serta pengambilan zat sampah di kapiler )
Pembuluh balik
Jantung
5. Sistem saraf (nervus)
Organ yang berfungsi untuk melakukan koordinasi dan kerjasama denganbagian tubuh
Saluran yang menerima makanan dari luar untuk diserap oleh tubuh dengan jalan dicerna ( proses telan, kunyah dan mencampur ) dengan bantuan enzim dan zat cair mulai mulut sampai anus
7. Sistem kelenjar buntu (endokrin)
Kelenjar yang mengirimkan hasil sekresinya ( produknya ) kedalam darah dalam jaringan kelenjar tampa melalui saluran dan hasil sekresi ini disebut hormon.
8. Sistem kemih (urinaria)
Proses penyaringan darah untuk menyerap zat yang digunakan tubuh yang membebaskan dari zat yang tidak digunakan
9. Kulit
Adalah lapisan jaringan pada bagian luar yang menutupi dan melindungi permukaan tubuh dan yang berhubungan dengan selaput lendir yang melapisi rongga-rongga, lubang masuk.
10. Panca indera
Pancaindera adalah oragan untuk menerima jenis rangsangan atau stimulus tertentu. Terdiri dari : - Indera Penglihatan ( mata ) - Indera Pendengaran ( Telinga )
Indera penciuman ( hidung )
Indera Pengecap ( Lidah )
Indera Perasa/peraba ( Kulit )
11. Sistem reproduksi
Terdiri dari Sistem reproduksi Pria dan Sistem reproduksi Wanita.
BAB III PENILAIAN PENDERITA
Tindakan penilaian penderita terdiri dari : 1. Penilaian keadaan
Penilaian keadaan ditujukan untuk memperoleh gambaran umum tentang apa yang sedang dihadapi, factor-faktor yang akan mendukung atau menghambat tindakan pertolongan pertama. Pada tahap ini penolong harus melakukan langkah langkah pengamanan lokasi, penderita dan dirinya sendiri serta orang lain.
Perhatikan :
Bagaimana kondisi pada saat itu ?
Kemungkinan apa saja yang akan terjadi ?
Bagaimana mengatasinya ?
INGAT
Amankan Diri Sendiri Terlebih Dahulu, Keselamatan Penolong Nomor 1
Di Lokasi
Secara umum tugas seorang penolong saat tiba dilokasi adalah : 1. Memastikan keselamatan penolong, penderita, dan orang orang disekitar lokasi kejadian 2. penolong harus memperkenalkan diri, bila memungkinkan 3. Menentukan keadaan umum kejadian ( mekanisme cedera ) 4. Mengenali dan mengatasi gangguan cedera yang mengancam nyawa 5. Stabilkan penderita dan meneruskan pemantauan 6. Minta bantuan bila diperlukan Dalam melakukan tugas sebagai penolong juga perlu dikumpulkan berbagai informasi
untuk menunjang penilaian. Informasi dapat diperoleh dari : - Kejadian itu sendiri - Penderita ( bila sadar ) - Keluarga ( Saksi ) - Mekanisme kejadian - Perubahan bentuk yang nyata ( cedera yang jelas ) - Gejala atau tanda khas suatu cedera atau penyakit.
2. Penilaian dini a. Kesan umum
-
Kasus Trauma :
adalah kasus yang disebabkan oleh suatu rudapaksa Mempunyai tanda-tanda yang jelas dan terlihat da atau teraba. Misalnya luka terbuka, memar, patah tulang da lain sebagainya -
Kasus Medis :
adalah kasus yang diderita seseorang tanpa ada riwayat ruda-paksa. Contohnya sesak napas, pingsan.
b. Memeriksa Kesadaran
Ada empat tingkatan kesadaran penderita, yaitu : 11. Awas = Alert 12. Suara = Voice 13. Nyeri = Pain 14. Tidak Respon = Un Respon
ASNT = AVPU c. Memastikan Jalan napas terbuka dengan baik
Untuk penderita yang tidak respon gunakan teknik angkat dagu dan tekan dahi
d. Untuk menilai pernapasan
Setelah jalan napas berjalan dengan baik maka penolong harus menilai pernapasan penderita dengan cara :
Lihat
Dengar
Rasakan
e. Menilai denyut nadi
Dengan cara meraba nadi pergelangan tangan (Arteri Radialis ). Bagi penderita yang sadar, sedangkan bagi penderita yang tidak sadar periksa nadi Leher ( Carotis )
f. Hubungi Bantuan
Segera minta bantuan rujukan , mintalah bantuan kepada orang lain untuk melakukannya atau lakukan sendiri
3. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik tujuannya menemukan berbagai tanda yaitu: 1. Perubahan bentuk ( P ) 2. Luka terbuka ( L ) 3. Nyeri tekan ( N ) 4. Bengkak ( B ) . Tindakan ini melibatkan Penglihatan, perabaan dan pendengaran . Pemeriksaan fisik dilakukan secara sistimatis dan beurutan dari ujung kepala sampai ujung kaki namun dapat berubah sesuai kondisi penderita yaitu 1. kepala
Telinga
Hidung
Mata
Mulut 2. leher 3. dada 4. perut 5. punggung 6. panggul 7. anggota gerak atas dan bawah pada pemeriksaan anggota gerak selain PLNB juga lakukan pemeriksaan gerakan sensasi dan sirkulasi ( GSS ).
1. Pemeriksaan denyut nadi
Setiap kali jantung berdenyut maka pembuluh nadi akan melebar dan berkonstraksi saat darah melaluinya . Nadi adalah gelombang tekanan yang dihasilkan oleh denyut jantung
Denyut nadi dapat diperiksa dibagian :
a. Leher ( Pembuluh nadi leher / A.karotis ) b. Lengan atas ( Pembuluh nadi lengan atas /A. brakialis ) c. Pergelangan tangan ( Pembuluh nadi pergelangan tangan / A. radialis ) d. Lipat paha ( Pembuluh nadi lipat paha / A.femoralis )
Cara memeriksa nadi
1. Pasien berbaring atau duduk dengan tenang 2. Raba nadi yang akan diperiksa dengan telunjuk dan jari tengah 3. Tekan sedikit sampai nadi teraba , lalu mulai menghitung sambil melihat penunjuk detik pada jam . 4. Bila denyut nadi teratur, nadi diperiksa selama 15 detik dan hasilnya dikalikan 4 untuk mendapatkan denyut nadi permenit. Bila denyut nadi tidak teratur, harus diukur selama 60 detik 5. Laporkan juga teratur atau tidak, kuat atau lemah denyut nadi penderita
Denyut Nadi
Bayi : 120
–
150 X/menit Anak : 80
–
150 X/menit Dewasa : 60
–
90 X/menit
2. Pemeriksaan pernapasan
Pada penderita sadar jangan sampai penderita mengetahui bahwa frekwensi pernapasannya sedang dihitung. Genggam tangan penderita lalu letakkan diatas diatas dada atau perut penderita, lalu amati gerakkan naik turunnya. Satu pernapasan adalah satu kali menghirup napas dan satu kali mengeluarkan
napas ( satu kali gerakan naik dan turun ). Pernapasan dihitung selama 30 detik, lalu dikalikan 2 untuk mendapatakan frekuesi pernapasan permenit.
Frekwensi Pernapasan
Bayi : 25
–
50 X/menit Anak : 15
–
30 X/menit Dewasa : 12
–
20 X/menit
3. Pemeriksaan Suhu
Pada pemeriksaan suhu tubuh cukup diperoleh data suhu relatif. Apakah ada peningkatan atau penurunan suhu yang dilakukan dengan perabaan dengan menggunakan punggung tangan pada dahi atau leher. Kelembaban kulit juga harus dinilai ( berkeringat / kering ) Warna kulit juga perlu dinilai. Pucat
dapat terjadi akibat gangguan peredaran darah Kemerahan
tekanan darah tinggi, keracunan alcohol, luka bakar, demam, penyakit infeksi Kebiruan ( sianossi )
Kurangnya oksigen dalam darah Kekuningan
Sering merupakan tanda gangguan hati Biru kehitaman
Tanda perdarahan bawah kulit
Suhu Tubuh
Normal 37º Celcius
Riwayat Penderita
Untuk mengetahui penyebab atau pencetus suatu kejadian, mekanisme kejadian atau perjalanan suatu penyakit maka diperlukan wawancara yang dapat dilakukan dengan penderita, keluarganya atau saksi mata. Riwat penderita ini sangat penting pada kasus medis.Untuk memudahkan, dikenal akronim
KOMPAK . K = Keluhan utama
Sesuatu yang sangat dikeluhkan penderita . Gejala adalah hal-hal yang hanya dapat dirasakan oleh penderita misalnya nyeri, pusing. Tanda adalah hal-hal yang dapat diamati oleh orang lain . Saat melakukan Tanya jawab hindari jawaban YA atau TIDAK. Usahakan memberikan pertanyaan terbuka .
O = Obat
–
obatan yang diminum
Tanyakan apakah penderita sedang dalam proses pengobatan. Gangguan yang dialami mungkin akibat lupa minum atau menelan obat tertentu contohnya seorang penderita kencing manis mengalami masalah kadar gula derah yang tinggi karena lupa minum obat sebelum makan.
M = Makanan / Minuman terakhir
Hal ini dapat dijadikan dasar terjadinya kehilangan kesadaran pada penderita. Selain itu data ini juga penting untuk diketahui bila ternyata penderita harus menjalai pembedahan di RS.
P = Penyakit yang diderita
Riwayat penyakit yang sedang diderita atau pernah diderita yang mungkin berhubungan dengan keadaan yang dialami penderita saat ini. Contoh : asma dan jantung.
A = Alergi yang Dialami
Perlu dicari apakah penyebab pada penderita ini mungkin merupakan suatu bentuk alergi terhadap bahan-bahan tertentu . umumnya penderita atau keluarga sudah mengetahuinya dan sudah memahami mengatasi keadaan itu
K = Kejadian
Kejadian yang dialami penderita sebelum kecelakaan atau sebelum timbulnya gejala dan tanda penyakit yang diderita saat ini.
Pemeriksaan Berkala
Pemeriksaan harus diteruskan harus berkala sebelum mendapat pertolongan medis. Secara umum pada pemeriksaan berkala harus dinilai kembali : - Tingkat kesadaran - Nilai kembali jalan napas dan perbaii bila perlu - Nilai kembali pernapasan, frekuensi dan kualitasnya - Periksa kembali nadi penderita Penolong tidak membuat diagnosa, tetapi dapat membuat kesimpulan berdasarkan hasil temuannya. - Nilai kembali keadaan kulit : Suhu, kelembaban dan kondisinya - Periksa kembali secara seksama mungkin ada bagian yang belum diperiksa atau sengaja di lewati - Nilai kembali penatalaksanaan penderita ( secara keseluruhan ) - Pertahankan komunikasi dengan penderita untuk menjaga rasa aman dan nyaman.
Pelaporan
Setelah selesai menangani penderita dan penolong melakukannya dalam tugas maka semua pemeriksaan dan tindakan pertolongan harus dilaporkan secara singkat dan jelas kepada penolong selanjutnya. Dalam laporan sebaiknya dicantumkan : - Umur dan jenis kelamin penderita - Keluhan utama - Tingkat kesadaran - Keadaan jalan napas - Pernapasan - Denyut nadi - Pemeriksaan yang penting -
KOMPAK
yang penting - Penatalaksanaan - Perkembangan lainnya yang dianggap penting
BAB IV CEDERA JARINGAN LUNAK
Perdarahan terjadi akibat rusaknya dinding pembuluh darah yang dapat disebabkan oleh benturan (trauma / penyakit ) Perdarahan yang besar merupakan penyebab syok yaitu suatu kondisi dimana beberapa sel dan alat tubuh tidak cukup mendapat aliran darah yang mengandung oksigen (darah yang adekuat ).
Perdarahan dibagi menjadi 2 :
1. Perdarahan luar ( terbuka ) 2. Perdarahan dalam ( tertutup )
Perdarahan Luar ( terbuka )
Jenis perdarahan ini terjadi akibat kerusakan dinding pembuluh darah disertai dengan kerusakan kulit, yang memungkinkan darah keluar dari tubuh
Berdasarkan pembuluh darah yang mengalami gangguan perdarahan luar dibedakan menjadi : 1. Perdarahan Arteri
Darah yang keluar dari pembuluh nadi keluar menyembur sesuai dengan denyut nadi dan berwarna merah terang karena masih kaya dengan oksigen Gambar perdarahan Arteri
2. Perdarahan Vena
Drah yang keluar dari pembuluh vena mengalir, berwarna merah gelap karena mengandung karbon dioksida Gambar perdarahan Vena
3. Perdarahan Kapiler
Berasal dari pembuluhkapiler , darah yang keluar merembes perdarahan ini sangat kecil sehingga hamper tidak memiliki tekanan warnanya bervariasi antara merah terang dan merah gelap . Gambar perdarahan Kapiler
Pengendalian dan Penanganan Perdarahan Luar
Atasi dengan
TIT ( Tekan Istirahatkan Tinggikan )
1. Tekan luka dengan jari atau telapak tangan. ( Gunakan Sarung Tangan ). 2. Tinggikan anggota tubuh yang cedera lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi kehilangan darah. 3. Tekan pada titik tekan , yaitu arteri di atas daerah yang mengalami perdarahan. Ada beberapa titik tekan yaitu : a. Arteri Brakialis ( arteri d ilengan atas ) b. Arteri Radialis ( arteri di pergelangan tangan ) c. Arteri Femoralis ( arteri di lipatan paha )
Penanganan Perdarahan Luar
1. Pakai APD agar tidak terkena darah atau cairan tubuh penderita 2. Jangan menyentuh mulut,hidung,mata dan makanan sewaktu memberi perawatan 3. Cucilah tangan setelah selesai membeikan perawatan 4. Buang bahan yang sudah ternoda dengan darah atau cairan tubuh penderita dengan baik .
Perdarahan Dalam ( Tertutup )
Benturang dengan benda tumpul merupakan penyebab utama cedera dalam dan perdarahan dalam. Kehilangan darah pada perdarahan dalam tidak terlihat karena kulitnya masih utuh dan mengingat perdarahan dalam tidak terlihat, kecurigaan adanya perdarahan dalam harus dinilai dari pemeriksaan fisik lengkap termasuk wawancara dan menganalisa mekanisme kejadian . Beberapa perdarahan dalam yang dapat dikenali antara lain :
Cedera pada bagian luar tubuh yang mungkin merupakan petunjuk bagian dalam juga mengalami cedera
Adanya memar disertai adanya nyeri pada tubuh, pembengkakan terutama diatas alat tubuh penting
Nyeri,bengkak dan perubahan bentuk pada alat gerak
Nyeri tekan atau kekakuan pada diding perut
Muntah darah
Buang air besar berdarah , baik darah segar maupun darah hitam
Luka tusuk, khususnya pada batang tubuh
Darah atau cairan mengalir dari hidung dan telinga
Buang air kecil campur darah
Penanganan Perdarahan Dalam
Atasi dengan
EBIT ( Es Balut Istirahatkan Tinggikan )
1.Baringkan penderita 2.Periksa dan pertahankan ABC 3.Periksa pernapasan dan nadi secara berkala 4.Rawat sebagai syok ( lihat syok ) 5.Jangan berikan makan atau minum 6.Segera bawa kefasilitas kesehatan terdekat
Syok
Syok adalah suatu kondisi dimana beberapa sel dan organ tubuh vital ( terutama otak,jantung dan paru-paru ) tidak cukup mendapat aliran darah yang mengandung oksigen dan bahan nutrisi.
Penyebab syok
1. kegagalan jantung memopa darah 2. Kehilangan darah dalam jumlah besar 3. Pelebaran pembuluh darah yang luas ( dilatsi )
Tanda syok
1. Nadi cepat dan lemah 2. Nafas cepat dan dangkal 3. Kulit pucat dingin dan lembab 4. Wajah pucat dan kebiruan ( sianosis ) pada bibir,lidah dan cuping telinga 5. Pandangan hampa dan pupil mata melebar 6. Perubahan keadaan mental ( gelisah,cemas )
Gejala syok
1. Mual, mungkin disertai muntah 2. Haus 3. Lemah 4. Pusing ( Vertigo ) 5. Tidak nyaman dan takut
Penanganan Syok
1. Bawa penderita ketempat teduh dan aman 2. Tidurkan telentang 3. Tinggikan tungkai 4. Longgarkan pakaian penderita 5. selimuti agar tidak kehilangan panas tubuh 6. Jaga agar jalan nafas tetap baik 7. control Perdarahan dan rawat cedera lainnya bila ada 8. Jangan beri makan dan minum 9. Periksa tanda vital secara berkala 10. Rujuk ke fasilitas k.esehatan
lintangbagus@hotmail.com------------PMRmania.blogspot.com Page 21
5. Kehilangan kesadaran 6. Kejang umum atau gemetar pada otot
Penanganan
1. Turunkan suhu tubuh penderita secepat mungkin. 2. Letakkan kantung es pada ketiak, lipat paha, dibelakang lutut dan sekitar mata kaki serta di samping leher. 3. Bila memungkinkan, masukkan penderita ke dalam bak berisi air dingin dan tambahkan es ke dalamnya. 4. Rujuk ke fasilitas kesehatan 3.
Paparan Dingin ( Hipotermia )
Paparan terhadap dingin dapat menyebabkan suhu tubuh menurun < 35o C. Tubuh akan berusaha menuruninya dengan cara gemetar , suatu respon bawah sadar untuk meningkatkan suhu tubuh melalui aktivitas otot. Hipotermia dapat terjadi akibat penderita berada dialam terbuka dalam waktu yang lama. Ada beberapa hal yang adapt memperburuk hipotermia yaitu :suhu rendah, angin, air, usia penderita, kesehatan penderita, penyakit yang diderita, alcohol, penyalah gunaan obat dan kekurangan makanan .
Gejala dan Tanda
1. Menggigil / gemetar 2. Terasa melayang 3. Pernapasan cepat nadi lambat 4. Gangguan penglihatan 5. Reaksi mata lambat 6. Alat gerak kaku 7. Pupil mata melebar dan tidak bereaksi 8. Kesadaran menurun
Penanganan
Rawat penderita dengan hati hati, berikan rasa nyaman. 1. Penilaian dini dan pemeriksaan penderita. 2. Pindahkan penderita dari lingkungan dingin. 3. Jaga jalan napas dan berikan oksigen bila ada. 4. Ganti pakaian yang basah, selimuti penderita, upayakan agar tetap kering. 5. Bila penderita sadar dapat diberikan minuman hangat secara pelan pelan. 6. Pantau tanda vital secara berkala. 7. Rujuk ke fasilitas kesehatan
X. KERACUNAN
Pengertian racun
Suatu zat yang bila masuk dalam tubuh dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan reaksi tubuh yang tidak diinginkan bahkan dapat menimbulkan kematian. Reaksi kimianya merusak jaringan tubuh atau mengganggu fungsi tubuh. Harus dibedakan dengan reaksi obat karena reaksi obat dalam tubuh memang diinginkan, namun ada kalanya terjadi reaksi obat yang tidak di inginkan . Beberapa contoh zat yang berupa racun : insektisida, sianida ( pada singkong beracun ), racun binatang ( ular, kalajengking dll ). Terjadinya keracunan pada manusia : a. Sengaja ( Bunuh diri ) b. Tidak sengaja ( makanan,minuman, udara beracun ) c. Penyalahgunaan obat
lintangbagus@hotmail.com------------PMRmania.blogspot.com Page 22
Berdasarkan jalur masuknya racun kedalam tubuh manusia, keracunan dibagi menjadi empat :
1. Keracunan melaui mulut / alat pencernaan
Gejala : - Mual muntah - Nyeri perut - Diare - Napas berbau - Suara parau - Luka bakar pada daerah mulut - Adanya sisa racun didaerah mulut - Mulut berbusa Penanganan : - Beri minum anti racun umum ( norit, susu, putih telur, air kelapa, air mineral ) - Usahakan si penderita muntah - Jangan muntahkan bila menelan asam/basa kuat, minyak, korban kejang, korban tidak sadar
2. Keracunan melalui pernapasan
Gejala : - Sesak napas - Kulit kebiruan ( sianosis ) - Napas berbau - Batuk - Suara parau Penanganan : - Beri oksigen bila ada - Rujuk ke fasilitas kesehatan segera
3. Keracunan melalui kontak / penyerapan ( kulit )
Gejala : - Kulit daerah kontak berwarna kemerahan - Nyeri - Melepuh dan meluas Penanganan : - Buka baju penderita - Bila racun berupa serbuk sikat sampai bersih - Siram bagian yang terkena racun dengan air ( minimal 20 Menit ) - Jangan siram kulit dengan air yang terkena soda api
4. Keracunan melalui suntik / gigitan
Gejala : - Luka didaerah suntikan / gigitan - Nyeri pada daerah gigitan - Kemerahan - Perubahan warna kulit Penanganan : - Rujuk ke fasilitas kesehatan
Gejala dan tanda keeracunan :
1. Penurunan kesadaran, gangguan status mental ( gelisah, ketakutan ) 2. Gangguan pernapasan 3. Nyeri kepala, pusing, gangguan penglihatan 4. Mual, muntah, mulut berbusa 5. Lemas, lumpuh, kesemutan
lintangbagus@hotmail.com------------PMRmania.blogspot.com Page 23
6. Pucat, kebiruan ( sianosis ) 7. Kejang-kejang 8. Syok 9. Denyut nadi tak beraturan
Penanganan Keracunan secara umum :
1. Pengamanan penderita dan penolong terutama bila berada di daerah dengan gas beracun. 2. Keluarkan penderita dari daerah berbahaya bila memungkinkan. 3. Lakukan penilaian dini 4. Bila racun masuk melalui jalur kontak, maka buka baju penderita dan bersihkan sisa bahan beracun bila ada. 5. Awasi jalan napas, terutama bila respon menurun atau penderita muntah 6. Bila keracunan terjadi secara kontak maka bilaslah daerah yang terkena dengan air. 7. Penatalaksanaan syok bila terjadi (Lihat Bab Perdarahan dan Syok). 8. Pantaulah tanda vital secara berkala. 9. Bawa ke RS/dokter/Puskesmas.
Gigitan Ular
Bila seseorang penderita luka gigitan ular menunjukkan gejala dan tanda maka berarti keadaannya serius dan perlu penanganan khusus. Beberapa gejala dan tanda : 1. Demam 2. Mual dan muntah 3. Pingsan 4. Lemah 5. Nadi cepat dan lemah 6. Kejang 7. Gangguan pernapasan Penanganan pada gigitan ular
Amankan diri penolong dan tempat kejadian
Tenangkan penderita
Lakukan penilaian dini
Rawat luka, bila perlu pasang bidai.
Rujuk ke fasilitas kesehatan Alternatif :
Pemakaian pembalut elastis
Identifikasi ular
JANGAN MEMAKAI TORNIKET
Tidak ada komentar:
Posting Komentar