“Iyaa… Aku tidur denan Adit selama kamu pergi,”
“Aku memang menyuruh Adit tidur berdua sama kamu agar kamu ada teman,”
“Iya itu aku tau, dan Adit yang bilang kalo kamu memintanya menemani aku… Ternyata tidur anakmu hebat, aku sampe terkapar dibuatnya,” Neneng senyum sinis sambil masih mengusap pipinya yg mulai terasa perih… rupanya kuku Rossa sempat mencakar pipi Neneng.
“Maksud kamuu…. Tidurrr… Ngentot sama Adit?” Gemetar suara Rossa.
“Ya.”
“Tegaaa kamu Neng.. huuu huuu….,” Rossa menangis menunduk… punggungnya bergetar sesenggukan.
“Kamu atau aku yang tega sebenarnya Ross? Bahkan tidak menutup kemungkinan Adit adalah darah daging pacar aku yang malam itu juga turut meniduri kamu, Ngentotin KAMU!” Sekarang Neneng yg berteriak…
“Cukuuup,” Rossa tidak bisa menahan tangisnya.
“Kamu tega membiarkan Hendra mencicipi kemulusan tubuh kamu… Bahkan kamu begitu menikmatinya… Hingga kamu hamil tanpa tahu lelaki mana yg telah berhasil menghamili kamu, sekarang Adit meniduri aku, ngentotin aku. Apa perdulimu? Karena itu anakmu? Siapa bapaknya, hah? Neneng kembali mengungkit masa lalu Rossa. Rossa hanya menangis tersedu-sedu.
“Jangan menghindar dari aku Ross, aku sangat tau bagaimana sifat kamu, Hyper sex… maniac…. Jangan pungkiri itu… Sekarang aku mau Tanya, dan tolong kamu jawab dengan jujur, tolong jangan sembunyikan sesuatu dari aku, aku sahabatmu satu-satunya yg masih perduli dengan kamu Ross.. Kamu, ngentot dengan,Adit?”
“Neng!” Rossa terkejut dan menatap Neneng.
“Jawab, Ross.. Iya apa tidak?”
“Aku ibu kandungnya, Neng”
“Bukan itu jawaban nya, Iya tau tidak kamu ngentot dengan Adit…? Jawab! Atau Adit akan tau siapa dia sebenarnya…”
“Iyaaaaaa….! Iyaaaa…….! Iyaaa, aku ngentot dengan, Adit….” Jawab Rossa lalu menangis sejadi-jadinya. Neneng tersenyum sinis..
“Sudah kuduga, Tapi it’s ok, Ross, aku sangat mengerti, aku juga perempuan kok.. gimana rasanya bertahun-tahun hidup tanpa lelaki yg meniduri kita. Pusiiing, Ross… tiap horny hanya bermain dengan dildo karet, mengkhayal gak puguh juntrungan nya…. Sekarang di hadapan kita ada seorang laki-laki jantan..tampan.. gagah.. terlepas berapapun usianya.. yang jelas kontolnya begitu tegar dan gagah merasuk kewanitaan kita. Iya atau tidak????” Neneng semakin menohok Rossa dengan kalimat yang cukup membuat Rossa terguncang, malu, sedih dan juga takut Adit mengetahui semuanya…
“Please, Neng. Jangan sampai Adit tau hal ini,” Rossa memohon. Neneng tersenyum penuh kemenangan.
“Baik, Ross. Demi persahabatan kita. Aku akan tetapmenyimpan semua rahasia kita, termasuk rahasia Adit,” Rossa memeluk neneng…
“Thanks , Neng… Maafin akuuu.. kamu memang sahabat aku satu-satunya,”
“Sama-sama , Ross aku juga minta ma’af,”
Mereka kembali berpelukan, Rossa sedikit merasa tenang. Dan Neneng merasa menang.
“Jadi, aku boleh ngentot dengan Adit lagi kan, Ross…?
“Hhhhhh…. Neng…. Asal Adit bahagia, itu juga kebahagiaan aku,”
“Jadi , Adit juga bahagis ketika ngentot dengan kamu, Ross?”
“Sangat bahagia, Neng”
“Hmmm, kayaknya kalo kita ngentot bertiga seru nih….”
“Jangan, Neng,”
“jadi kamu mau nonton doang aku ngentot dengan, Adit?” Rossa tidak menjawab. Neneng berdiri meninggalkan Rossa berjalan menuju kamar dimana Adit masih di kasurnya. Neneng mendekati Adit, dan berbisik.
“Aditt, udah dooong jangan ngambek gitu, jelek ah, masak anak cowok ambekan,” kata Neneng sambil tangannya merayap masuk kebalik celana boxer Adit… Merayap ke pantat Adit, jarinya menyelusup lalu menyentuh bo’ol Adit. Adit menggelinjang dan berbalik hingga terpaksa tangan Neneng ditarik dari celana Adit. Melihat Adit berbalik Neneng langsung menyergap Adit, melumat bibirnya dan memeluknya. Adit gelagapan tapi akhirnya melayani ciuman Neneng. Dengan sekali tarik dengan jempol kaki Neneng, celana Aditpun terlepas. Neneng segera melepas dasternya. Adit kaget, dia berusaha melihat ke pintu, takut Rossa melihatnya. Neneng mengerti.
“Gak usah takut sama mamah kamu Dit, Dia memberi ijin untuk kita bebas ngentot,” Kata Neneng sambil tetap agresif menggerayangi kontol Adit…
“maksubbbd tanmteee…?,”Tanya Adit tapi mulutnya sudah tersumpibir Neneng.. Iya sayang. Kita boleh ngentot sepuasnya… Bukan begitu ,Ross…?” Neneng meyakinkan Adit sambil menengok kearah Rossa yang masih duduk gemetar di ruang makan.
“Iya Adit sayang… Nikmati saja tante Neneng,” jawab Rossa dari luar dengan suara bergetar.
“tuhhh, dengar kan?”
Akhirnya Adit pasrah, dia melayani Neneng dengan hot dan penuh gairah….. Menikmati tubuh Neneng yang menggairahkan… Dan merekapun kembali mengarungi dunia nafsu setan yg penuh birahi dan kenikmatan terlarang…..
Sementara Rossa di luar menangis tersedu-sedu. Menutup telinganya.
Tak sanggup mendengar desah dan rintihan kenikmatan dua sejoli yang sedang dikuasai nafsu bejad….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar